Selasa, 10 Desember 2013

novel



  Tiga  Hari
Kesempatan
     Ku . .



Penulis          ,                 

Shiie                     




Untuk mu       

          Gue adalah siswa teladan di salah satu SMA terbaik di Bandung. Gue lahir dengan orang tua yang sederhana. Gue anak pertama dan anak satu-satu nya. Gue nggak manja juga nggak mandiri. Sekarang gue udah kelas 3 SMA, nggak terasa 2 minggu lagi gue udah mau ujian.
Gue ingat banget waktu kelas 6 SD pas gue ujian, si_cinta gue paksa buat contohi gue, karena gue waktu kecil bodoh banget nggak sepintar sekarang. Akan tetapi, si_cinta sekarang pun tetap nggak mau kalah pintar nya dari gue. Hebat banget deh dia.
Gue lupa, perkenalkan nama gue Boby Onisy Bivony Yaniro. Panjang banget yah nama gue. Tapi, jangan salah itu nama terbagus yang gue tahu. Bagaimana nggak bagus coba deh baca lagi nama gue itu, jika disingkat jadi nya ya tetap “BOBY”. Ada juga teman-teman gue memelesetkan nama gue tadi jadi Bobob, karena awal mulanya gara-gara teman kecil gue manggil gue itu Bobb … obbb … jadi terdengar Bobob. Dan lebih parahnya, sepupu gue manggil gue Bobybob. Ukh, sulit banget kan manggilnya! Nama gue itu kan udah paling bagus kenapa menjadi aneh-aneh coba?
Oke! Kita lupain dulu perihal nama gue itu tadi. Sekarang, gue akan ngenalin teman baik gue yang selalu temani gue kapan pun. Nama teman gue itu Cinta, nama singkat tapi jangan salah itu nama nggak sembarangan nama. Menurut gue sih, mengandung banyak arti. Apalagi nama n ya secantik dengan wajah dan hatinya.
Ctak … tuk … tuk … tak … tak … Bu Khuni menuliskan kapurnya ke papan tulis hitam di depan dengan suara berisik. Gue bosan nggak tahan dengan materi pelajaran Bu Khuni, rasanya ingin cepat pulang.
Tettt … tettt … tettt … Waktu sudah pukul jam 02.30 pm . Akhirnya bel pulang sekolah berakhir juga. Seperti biasa gue kalau pulang sekolah selalu bersama cinta. Walau terkadang barsama teman-teman gue lainnya tetapi lebih sering bersama cinta.
Gue kalau pulang sekolah pasti sore karena ada ekskul, kegiatan lain deh dan mampir ke tempat masa kecil gue bersama si_cinta. Tetapi, orang tua gue udah tau semua kegiatan gue apalagi jika bersama cinta karena dari gue kecil orang tua gue udah sanget kenal sama cinta dan orang tuanya.
Sesampai di gedung tua, lantai paling atas tanpa atap yang dari dulu tidak dilanjutkan membangunan nya, di sana lah tempat gue dan cinta menghargai kehidupan. Ataupun hanya bercanda ria tetapi membuat gue ceria.
Tiba-tiba gue muncul ide.
“Cinta, gue punya ide nih,”sahut gue.
“ Ide apa? Loe nggak usah aneh-aneh deh!” jawabnya.
“Ide gue itu, bagaimana kalau loe rekaman sedangkan gue yang mainkan gitar?" rayu boby.
“Arghh .. gila elo, Bob!” bantah nya.
“Gue beneran! Anggap aja kaset rekaman kita nanti itu buat kenangan kita, kan sebentar lagi kita udah lulus” jawab gue sambil merayu cinta.
“Suara gue jelek Bob! Lagi pula gue juga nggak bias buat lagu,” kata cinta.
“Udah elo gak usah merendahkan diri deh. Gue udah kenal loe dari kecil. Kalau soal membuat lagu bias gue bantu!” bentak gue.
“Eeiittzzz .. stop!” (sambil tersenyum kecil lalu tiba-tiba gue diajak pulang).
Gue rasa dengan ekpresi seperti itu, apa tandanya si_cinta setuju sama ide gue tadi itu? Piker gue sambil berjalan pulang.
Langit semakin gelap gue rasa udah mau menjelang magrib nih. Aduh kali ini pulang gue sama cinta terlalu sore. Bagaimana kalau dia dimarahi sama ibu kost yang galak itu?risau gue.
Gue antar si_cinta sampai kost nya. Tetapi, apa yang terjadi? Ibu kost yang galak itu hamper mengunci pintu rumahnya. Tiba-tiba terdengar teriakan.
“Cintaaaa !!” teriak galaknya ibu kost.
“Ciiinntaaa!!! Cepat masuk !!!” teriaknya lagi.
“Iya bu” cinta menjawab dengan penuh kelembutan.
Gue bilang ke dia sebelum dia masuk, “gue pulang dulu ya. Loe langsung istirahat.”
“Yupzz. See you Bobobb.” Sahutnya sambil melangkah meninggalkan gue.
“See you too cintaci,” balas gue yang agak teriak.
 Cinta pun terpaksa berlari-lari kecil supaya pintu kost itu jangan ditutup dulu sebelum dia masuk.
Terdengar suara “brukkkkkk…” ibu kost galak itu menutup pintunya dengan kasar dan emosi sampai terdengar suara seperti itu. Kaget gue, gue kira suara apa tadi.
Gue langsung buru-buru pulang karena gue ingin rencana gue tadi benar-benar terwujud.
“dug..dugg..duggg… Allahu Akbar .. Allahu Akbar ..” terdengar pengingat untuk semua umat manusia dimuka bumi ini untuk mendirikan shalat. Beruntung gue udah sampai rumah jadi gue bias shalat berjamaah bersama keluarga gue.
Dengan buru-buru gue masuk rumah langsung ke kamar untuk mandi dan berwudhu.
“Bob, ayo cepat mandinya papa tunggu di ruang shalat ya?” teriak papanya didepan pintu kamar mandi.
“iya pah.” Jawab boby.
Selesai mandi gue langsung shalat bersama kedua orang tua gue. Hanya membutuhkan beberapa menit untuk shalat, habis itu gue langsung makan.
Jam dinding udah menunjukkan jam 07.30 p.m. Gue langsung ke kamar untuk memikirkan gue mau membuat lagu apa yang cocok dengan suara si_cinta. Gue ambil gitar kesayangan gue dan gue coba membuat sebuah lagu buat. Sampai jam 03.15 a.m. gue baru selesai membuat lagu ini.
“Susah banget sih membuat lagu. Tetapi, buat si_cinta bahagia gue rela melakukan apa saja walaupun harus bergadang tiap malam untuk memperbaiki lagu ini.” Gumanku dalam hati dan tiba-tiba gue tertidur begitu saja.
“Kukuruyukkk…kukuruyukk…” teriak ayam jago di depan rumahku.
“Bob..boby?” teriak mama nya didepan pintu kamar gue.
“Boby? Ayo bangun!!” (sambil membuka pintu kamar Boby)
Kemudian mama nya mendekati Boby yang sedang tertidur pulas. Dibuka jendela kamar Boby dan mama nya langsung membangunkan Boby pelan-pelan.

sory cerita ini belum selesai .. masih bersambung :)




  Tiga  Hari
Kesempatan
     Ku . .



Penulis          ,                 

Shiie                     




Untuk mu       

          Gue adalah siswa teladan di salah satu SMA terbaik di Bandung. Gue lahir dengan orang tua yang sederhana. Gue anak pertama dan anak satu-satu nya. Gue nggak manja juga nggak mandiri. Sekarang gue udah kelas 3 SMA, nggak terasa 2 minggu lagi gue udah mau ujian.
Gue ingat banget waktu kelas 6 SD pas gue ujian, si_cinta gue paksa buat contohi gue, karena gue waktu kecil bodoh banget nggak sepintar sekarang. Akan tetapi, si_cinta sekarang pun tetap nggak mau kalah pintar nya dari gue. Hebat banget deh dia.
Gue lupa, perkenalkan nama gue Boby Onisy Bivony Yaniro. Panjang banget yah nama gue. Tapi, jangan salah itu nama terbagus yang gue tahu. Bagaimana nggak bagus coba deh baca lagi nama gue itu, jika disingkat jadi nya ya tetap “BOBY”. Ada juga teman-teman gue memelesetkan nama gue tadi jadi Bobob, karena awal mulanya gara-gara teman kecil gue manggil gue itu Bobb … obbb … jadi terdengar Bobob. Dan lebih parahnya, sepupu gue manggil gue Bobybob. Ukh, sulit banget kan manggilnya! Nama gue itu kan udah paling bagus kenapa menjadi aneh-aneh coba?
Oke! Kita lupain dulu perihal nama gue itu tadi. Sekarang, gue akan ngenalin teman baik gue yang selalu temani gue kapan pun. Nama teman gue itu Cinta, nama singkat tapi jangan salah itu nama nggak sembarangan nama. Menurut gue sih, mengandung banyak arti. Apalagi nama n ya secantik dengan wajah dan hatinya.
Ctak … tuk … tuk … tak … tak … Bu Khuni menuliskan kapurnya ke papan tulis hitam di depan dengan suara berisik. Gue bosan nggak tahan dengan materi pelajaran Bu Khuni, rasanya ingin cepat pulang.
Tettt … tettt … tettt … Waktu sudah pukul jam 02.30 pm . Akhirnya bel pulang sekolah berakhir juga. Seperti biasa gue kalau pulang sekolah selalu bersama cinta. Walau terkadang barsama teman-teman gue lainnya tetapi lebih sering bersama cinta.
Gue kalau pulang sekolah pasti sore karena ada ekskul, kegiatan lain deh dan mampir ke tempat masa kecil gue bersama si_cinta. Tetapi, orang tua gue udah tau semua kegiatan gue apalagi jika bersama cinta karena dari gue kecil orang tua gue udah sanget kenal sama cinta dan orang tuanya.
Sesampai di gedung tua, lantai paling atas tanpa atap yang dari dulu tidak dilanjutkan membangunan nya, di sana lah tempat gue dan cinta menghargai kehidupan. Ataupun hanya bercanda ria tetapi membuat gue ceria.
Tiba-tiba gue muncul ide.
“Cinta, gue punya ide nih,”sahut gue.
“ Ide apa? Loe nggak usah aneh-aneh deh!” jawabnya.
“Ide gue itu, bagaimana kalau loe rekaman sedangkan gue yang mainkan gitar?" rayu boby.
“Arghh .. gila elo, Bob!” bantah nya.
“Gue beneran! Anggap aja kaset rekaman kita nanti itu buat kenangan kita, kan sebentar lagi kita udah lulus” jawab gue sambil merayu cinta.
“Suara gue jelek Bob! Lagi pula gue juga nggak bias buat lagu,” kata cinta.
“Udah elo gak usah merendahkan diri deh. Gue udah kenal loe dari kecil. Kalau soal membuat lagu bias gue bantu!” bentak gue.
“Eeiittzzz .. stop!” (sambil tersenyum kecil lalu tiba-tiba gue diajak pulang).
Gue rasa dengan ekpresi seperti itu, apa tandanya si_cinta setuju sama ide gue tadi itu? Piker gue sambil berjalan pulang.
Langit semakin gelap gue rasa udah mau menjelang magrib nih. Aduh kali ini pulang gue sama cinta terlalu sore. Bagaimana kalau dia dimarahi sama ibu kost yang galak itu?risau gue.
Gue antar si_cinta sampai kost nya. Tetapi, apa yang terjadi? Ibu kost yang galak itu hamper mengunci pintu rumahnya. Tiba-tiba terdengar teriakan.
“Cintaaaa !!” teriak galaknya ibu kost.
“Ciiinntaaa!!! Cepat masuk !!!” teriaknya lagi.
“Iya bu” cinta menjawab dengan penuh kelembutan.
Gue bilang ke dia sebelum dia masuk, “gue pulang dulu ya. Loe langsung istirahat.”
“Yupzz. See you Bobobb.” Sahutnya sambil melangkah meninggalkan gue.
“See you too cintaci,” balas gue yang agak teriak.
 Cinta pun terpaksa berlari-lari kecil supaya pintu kost itu jangan ditutup dulu sebelum dia masuk.
Terdengar suara “brukkkkkk…” ibu kost galak itu menutup pintunya dengan kasar dan emosi sampai terdengar suara seperti itu. Kaget gue, gue kira suara apa tadi.
Gue langsung buru-buru pulang karena gue ingin rencana gue tadi benar-benar terwujud.
“dug..dugg..duggg… Allahu Akbar .. Allahu Akbar ..” terdengar pengingat untuk semua umat manusia dimuka bumi ini untuk mendirikan shalat. Beruntung gue udah sampai rumah jadi gue bias shalat berjamaah bersama keluarga gue.
Dengan buru-buru gue masuk rumah langsung ke kamar untuk mandi dan berwudhu.
“Bob, ayo cepat mandinya papa tunggu di ruang shalat ya?” teriak papanya didepan pintu kamar mandi.
“iya pah.” Jawab boby.
Selesai mandi gue langsung shalat bersama kedua orang tua gue. Hanya membutuhkan beberapa menit untuk shalat, habis itu gue langsung makan.
Jam dinding udah menunjukkan jam 07.30 p.m. Gue langsung ke kamar untuk memikirkan gue mau membuat lagu apa yang cocok dengan suara si_cinta. Gue ambil gitar kesayangan gue dan gue coba membuat sebuah lagu buat. Sampai jam 03.15 a.m. gue baru selesai membuat lagu ini.
“Susah banget sih membuat lagu. Tetapi, buat si_cinta bahagia gue rela melakukan apa saja walaupun harus bergadang tiap malam untuk memperbaiki lagu ini.” Gumanku dalam hati dan tiba-tiba gue tertidur begitu saja.
“Kukuruyukkk…kukuruyukk…” teriak ayam jago di depan rumahku.
“Bob..boby?” teriak mama nya didepan pintu kamar gue.
“Boby? Ayo bangun!!” (sambil membuka pintu kamar Boby)
Kemudian mama nya mendekati Boby yang sedang tertidur pulas. Dibuka jendela kamar Boby dan mama nya langsung membangunkan Boby pelan-pelan.