Tiga Hari
Kesempatan
Ku . .
Penulis ,
Shiie
Untuk mu
Gue adalah siswa teladan di salah satu SMA
terbaik di Bandung. Gue lahir dengan orang tua yang sederhana. Gue anak pertama
dan anak satu-satu nya. Gue nggak manja juga nggak mandiri. Sekarang gue udah
kelas 3 SMA, nggak terasa 2 minggu lagi gue udah mau ujian.
Gue ingat banget waktu kelas 6
SD pas gue ujian, si_cinta gue paksa buat contohi gue, karena gue waktu kecil
bodoh banget nggak sepintar sekarang. Akan tetapi, si_cinta sekarang pun tetap nggak
mau kalah pintar nya dari gue. Hebat banget deh dia.
Gue lupa, perkenalkan nama gue
Boby Onisy Bivony Yaniro. Panjang banget yah nama gue. Tapi, jangan salah itu
nama terbagus yang gue tahu. Bagaimana nggak bagus coba deh baca lagi nama gue
itu, jika disingkat jadi nya ya tetap “BOBY”. Ada juga teman-teman gue
memelesetkan nama gue tadi jadi Bobob, karena awal mulanya gara-gara teman
kecil gue manggil gue itu Bobb … obbb … jadi terdengar Bobob. Dan lebih
parahnya, sepupu gue manggil gue Bobybob. Ukh, sulit banget kan manggilnya!
Nama gue itu kan udah paling bagus kenapa menjadi aneh-aneh coba?
Oke! Kita lupain dulu perihal
nama gue itu tadi. Sekarang, gue akan ngenalin teman baik gue yang selalu
temani gue kapan pun. Nama teman gue itu Cinta, nama singkat tapi jangan salah
itu nama nggak sembarangan nama. Menurut gue sih, mengandung banyak arti.
Apalagi nama n ya secantik dengan wajah dan hatinya.
Ctak … tuk … tuk … tak … tak …
Bu Khuni menuliskan kapurnya ke papan tulis hitam di depan dengan suara
berisik. Gue bosan nggak tahan dengan materi pelajaran Bu Khuni, rasanya ingin
cepat pulang.
Tettt … tettt … tettt … Waktu
sudah pukul jam 02.30 pm . Akhirnya bel pulang sekolah berakhir juga. Seperti
biasa gue kalau pulang sekolah selalu bersama cinta. Walau terkadang barsama
teman-teman gue lainnya tetapi lebih sering bersama cinta.
Gue kalau pulang sekolah pasti
sore karena ada ekskul, kegiatan lain deh dan mampir ke tempat masa kecil gue
bersama si_cinta. Tetapi, orang tua gue udah tau semua kegiatan gue apalagi
jika bersama cinta karena dari gue kecil orang tua gue udah sanget kenal sama
cinta dan orang tuanya.
Sesampai di gedung tua, lantai
paling atas tanpa atap yang dari dulu tidak dilanjutkan membangunan nya, di
sana lah tempat gue dan cinta menghargai kehidupan. Ataupun hanya bercanda ria
tetapi membuat gue ceria.
Tiba-tiba gue muncul ide.
“Cinta, gue punya ide nih,”sahut
gue.
“ Ide apa? Loe nggak usah
aneh-aneh deh!” jawabnya.
“Ide gue itu, bagaimana kalau
loe rekaman sedangkan gue yang mainkan gitar?" rayu boby.
“Arghh .. gila elo, Bob!”
bantah nya.
“Gue beneran! Anggap aja kaset
rekaman kita nanti itu buat kenangan kita, kan sebentar lagi kita udah lulus”
jawab gue sambil merayu cinta.
“Suara gue jelek Bob! Lagi pula
gue juga nggak bias buat lagu,” kata cinta.
“Udah elo gak usah merendahkan
diri deh. Gue udah kenal loe dari kecil. Kalau soal membuat lagu bias gue
bantu!” bentak gue.
“Eeiittzzz .. stop!” (sambil
tersenyum kecil lalu tiba-tiba gue diajak pulang).
Gue rasa dengan ekpresi seperti
itu, apa tandanya si_cinta setuju sama ide gue tadi itu? Piker gue sambil
berjalan pulang.
Langit semakin gelap gue rasa
udah mau menjelang magrib nih. Aduh kali ini pulang gue sama cinta terlalu
sore. Bagaimana kalau dia dimarahi sama ibu kost yang galak itu?risau gue.
Gue antar si_cinta sampai kost
nya. Tetapi, apa yang terjadi? Ibu kost yang galak itu hamper mengunci pintu
rumahnya. Tiba-tiba terdengar teriakan.
“Cintaaaa !!” teriak galaknya
ibu kost.
“Ciiinntaaa!!! Cepat masuk !!!”
teriaknya lagi.
“Iya bu” cinta menjawab dengan
penuh kelembutan.
Gue bilang ke dia sebelum dia
masuk, “gue pulang dulu ya. Loe langsung istirahat.”
“Yupzz. See you Bobobb.”
Sahutnya sambil melangkah meninggalkan gue.
“See you too cintaci,” balas
gue yang agak teriak.
Cinta pun terpaksa berlari-lari kecil supaya
pintu kost itu jangan ditutup dulu sebelum dia masuk.
Terdengar suara “brukkkkkk…”
ibu kost galak itu menutup pintunya dengan kasar dan emosi sampai terdengar
suara seperti itu. Kaget gue, gue kira suara apa tadi.
Gue langsung buru-buru pulang
karena gue ingin rencana gue tadi benar-benar terwujud.
“dug..dugg..duggg… Allahu Akbar
.. Allahu Akbar ..” terdengar pengingat untuk semua umat manusia dimuka bumi
ini untuk mendirikan shalat. Beruntung gue udah sampai rumah jadi gue bias
shalat berjamaah bersama keluarga gue.
Dengan buru-buru gue masuk
rumah langsung ke kamar untuk mandi dan berwudhu.
“Bob, ayo cepat mandinya papa
tunggu di ruang shalat ya?” teriak papanya didepan pintu kamar mandi.
“iya pah.” Jawab boby.
Selesai mandi gue langsung
shalat bersama kedua orang tua gue. Hanya membutuhkan beberapa menit untuk
shalat, habis itu gue langsung makan.
Jam dinding udah menunjukkan
jam 07.30 p.m. Gue langsung ke kamar untuk memikirkan gue mau membuat lagu apa
yang cocok dengan suara si_cinta. Gue ambil gitar kesayangan gue dan gue coba
membuat sebuah lagu buat. Sampai jam 03.15 a.m. gue baru selesai membuat lagu
ini.
“Susah banget sih membuat lagu.
Tetapi, buat si_cinta bahagia gue rela melakukan apa saja walaupun harus
bergadang tiap malam untuk memperbaiki lagu ini.” Gumanku dalam hati dan
tiba-tiba gue tertidur begitu saja.
“Kukuruyukkk…kukuruyukk…”
teriak ayam jago di depan rumahku.
“Bob..boby?” teriak mama nya
didepan pintu kamar gue.
“Boby? Ayo bangun!!” (sambil
membuka pintu kamar Boby)
Kemudian mama nya mendekati
Boby yang sedang tertidur pulas. Dibuka jendela kamar Boby dan mama nya
langsung membangunkan Boby pelan-pelan.
sory cerita ini belum selesai .. masih bersambung :)